Mandiri Syariah Borong Tiga Penghargaan Internasional

REPUBLIKA.CO.ID, MUSCAT — PT Bank Syariah Mandiri memborong tiga penghargaan internasional dalam ajang Islamic Retail Banking Award (IRBA) ke-5 yang digelar di Kota Muscat, Oman, Senin (4/10). Ketiga penghargaan itu diperoleh dari Cambridge International Financial Advisory (IFA), lembaga internasional yang berbasis di London.

Tiga penghargaan yang diraih Mandiri Syariah adalah Strongest Islamic Retail Bank in Indonesia 2019, Most Innovative Islamic Retail Bank in Indonesia 2019, dan Best Sustainable Finance Strategy 2019. Penghargaan diserahkan langsung oleh Founder IRBA Prof Humayon Dar dan Chairman Global Cooperation and Development Partnership Shahid Malik, di Grand Hyatt Hotel, Muscat. 

Menurut Prof , gelaran IRBA terus berkembang, setidaknya terlihat dari jumlah kategori yang kini menjadi 50. “IRBA telah mengakui kontribusi dan kesuksesan bank ritel syariah, perorangan, dan pemain pasar global lainnya,” kata Humayon sebagaimana dilaporkan wartawan Republika.co.id, Nur Hasan Murtiaji, dari Muscat, Oman.

Para pemenang IRBA telah mencontohkan bagaimana bank ritel syariah berhasil membuat terobosan inovasi digital, meningkatkan efisiensi operasional dan mengirimkan sesuatu yang baru, meningkatkan pelayanan bagi nasabah. “Mereka adalah industri yang telah membuat perubahan,” paparnya.

Chairman IRBA Sofiza Azmi menambahkan, sepanjang lima tahun terakhir, IRBA tak diragukan lagi telah memimpin dalam penghargaan bank ritel syariah sedunia. IRBA menganugerahkan penghargaan bagi yang terbaik dari yang terbaik di kelasnya. “Mulai dari pasar bank syariah di kota hingga perdesaan, yang tersebar di Timur Tengah dan Asia hingga pasar Eropa, Amerika, dan Afrika,” kata Sofiza.

Adapun Direktur IT and Operation Mandiri Syariah Achmad Syafii menyatakan, penghargaan internasional ini memperlihatkan bahwa pengelolaan Mandiri Syariah sudah sesuai jalur. Ke depan, BSM akan tumbuh terus untuk memajukan industri syariah di Indonesia.

“Bahwa BSM diakui internasional dan sudah benar fokus di ritel,” kata Syafii.

Menurut Syafii, kinerja Mandiri Syariah tumbuh tinggi disertai kualitas yang terjaga baik dengan mencatatkan laba bersih Rp 872 miliar atau naik 100,38 persen yoy per September 2019. 

Mandiri Syariah, ungkapnya, telah menyalurkan pembiayaan Rp 73,82 triliun atau tumbuh 13,14 persen dari periode tahun sebelumnya yang Rp 65,24 triliun.

Pembiayaan segmen konsumer yang meliputi pembiayaan Kendaraan Berkah, Pensiun Berkah, Mitraguna Berkah, dan Griya Berkah mencatatkan pertumbuhan tertinggi dengan angka kenaikan 27,58 persen dari Rp 22,53 triliun per September 2018 menjadi Rp 28,74 triliun per September 2019. 

Syafii menambahkan, per September 2019, Mandiri Syariah Mobile mencapai 973 ribu user dengan 2,29 juta transaksi. Pertumbuhan transaksi tertinggi berasal dari infak dan sedekah yang 289,3 persen dari 50.721 transaksi per September 2018 menjadi 197.452 transaksi per September 2019.

Dosen Terbang Sultan Qaboos University Muhammad Iman Sastra Mihajat mengatakan atas raihan ini, Mandiri Syariah sudah membuktikan levelnya yang mampu menjangkau Asia bahkan Timur Tengah. “Ke depan, saya harapkan BSM bisa melebarkan sayapnya tidak hanya di Indonesia, tapi di Asia dan Timur Tengah sebagai bank syariah yang mampu bersaing di level global,” kata Iman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *