
Jakarta, 28 Oktober 2026 – Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam industri perbankan, termasuk perbankan syariah. Transformasi digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan strategis untuk meningkatkan daya saing, memperluas akses layanan, serta menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis. Sebagai Ketua Umum ASBISINDO sekaligus Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk., saya melihat transformasi digital sebagai salah satu agenda penting dalam memperkuat masa depan industri perbankan syariah Indonesia.
Pandangan tersebut saya sampaikan dalam kegiatan CEO Lecture Series IV yang diselenggarakan oleh Perbanas Institute di Kampus Perbanas Institute, Kuningan, Jakarta, dengan mengangkat tema “Transformasi Digital Perbankan Syariah: Membangun Ekosistem Berbasis Syariat Islam dari Hulu ke Hilir”. Melalui forum ini, saya berkesempatan berbagi perspektif mengenai pentingnya membangun ekosistem digital perbankan syariah yang terintegrasi, inovatif, dan tetap berlandaskan prinsip-prinsip syariat Islam.
Menurut saya, transformasi digital harus dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya berfokus pada pengembangan aplikasi dan layanan digital, tetapi juga mencakup penguatan proses bisnis, infrastruktur teknologi, kualitas sumber daya manusia, serta keterhubungan dengan ekosistem ekonomi syariah. Digitalisasi harus mampu menghadirkan layanan perbankan yang lebih mudah diakses, cepat, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan nasabah, tanpa mengesampingkan prinsip-prinsip syariah sebagai fondasi utama.
Dari perspektif industri, pengalaman dalam memimpin BSI semakin memperkuat keyakinan saya bahwa inovasi teknologi perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas layanan dan kepercayaan masyarakat. Sementara itu, melalui peran saya sebagai Ketua Umum ASBISINDO, saya memandang bahwa percepatan transformasi digital membutuhkan komitmen dan sinergi seluruh pelaku industri perbankan syariah. Kolaborasi antara bank syariah, regulator, institusi pendidikan, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci dalam membangun ekosistem yang kuat dan berkelanjutan.
Saya juga menilai bahwa dunia pendidikan memiliki peran strategis dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Oleh karena itu, kolaborasi antara institusi pendidikan dan industri perlu terus diperkuat agar generasi muda memiliki pemahaman yang relevan mengenai tantangan, peluang, serta arah perkembangan perbankan syariah di masa depan.
Melalui kesempatan ini, saya berharap forum CEO Lecture Series dapat menjadi ruang berbagi pengetahuan sekaligus mendorong lahirnya gagasan dan inovasi baru bagi industri. Transformasi digital harus menjadi momentum bersama untuk membangun perbankan syariah Indonesia yang semakin kompetitif, inklusif, inovatif, dan berkelanjutan, dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai syariah.








Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.